Jumat, 24 April 2020

GURU

𝐆𝐔𝐑𝐔 𝐁𝐀𝐈𝐊 𝐁𝐀𝐆𝐀𝐈𝐊𝐀𝐍 𝐏𝐎𝐊𝐄𝐌𝐎𝐍

Iya. Guru yang baik seperti pokemon. Mereka berevolusi. Naik ke level yang lebih tinggi. Dapat kekuatan baru. Penampilan yang baru pula (cuma sayangnya, kalau pokemon penampilan barunya lebih seru, kalau guru belum tentu, hehe).
Kata Rhett Allain, guru fisika (Associate Professor) di Southern Louisiana University sekaligus pemerhati pendidikan fisika, ada tiga tingkatan/level yang dilalui seorang guru dalam ‘evolusi’nya.

*𝗟𝗲𝘃𝗲𝗹 𝟭: 𝗝𝘂𝗯𝗶𝗿 (𝗦𝗽𝗼𝗸𝗲𝘀𝗽𝗲𝗿𝘀𝗼𝗻)*
 Hampir semua guru berangkat dari level ini. Guru jubir cenderung menjadi juru bicara penulis buku. Dia hanya memindahkan apa yang ada di buku dari teks menjadi suara. Kalau ada latihan soal beserta jawabannya, dia akan meniru persis langkah-langkah yang ada.
Tidak hanya guru pemula. Guru yang sudah senior juga bisa kembali pada level ini. Biasanya ketika mereka kebagian mengajar mata kuliah yang berbeda dari sebelum-sebelumnya. Dan ini pengalaman pribadi.

*𝐋𝐞𝐯𝐞𝐥 𝟐: 𝐑𝐚𝐣𝐚 𝐌𝐚𝐭𝐞𝐫𝐢 (𝐂𝐨𝐧𝐭𝐞𝐧𝐭 𝐌𝐚𝐬𝐭𝐞𝐫)*
Guru yang menguasai materi apalagi hapal di luar kepala, mereka tidak lagi hanya mengkopi isi buku. Mereka bahkan mengubahnya. Kadang mengajar dengan urutan topik yang berbeda. Atau mengganti notasi. Misal, vektor di dalam buku ditulis dengan huruf tebal, di papan tulis dia ganti dengan huruf berpanahatas. Atau bahkan membuat materi dan catatan kuliah sendiri.
Sebagian besar pengajar berada pada level ini.

*𝐋𝐞𝐯𝐞𝐥 𝟑: 𝐏𝐞𝐧𝐝𝐢𝐝𝐢𝐤 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐦𝐞𝐧𝐜𝐞𝐫𝐚𝐡𝐤𝐚𝐧 (𝐄𝐧𝐥𝐢𝐠𝐡𝐭𝐞𝐧𝐞𝐝 𝐄𝐝𝐮𝐜𝐚𝐭𝐢𝐨𝐧)*
Pada titik tertentu, seorang guru yang baik akan merasa tidak cukup hanya dengan menyampaikan materi. Siswa-siswinya harus ikut mengerti. Termasuk mereka yang paling tertinggal di kelas.
Di sini kemampuan mengajar yang baik tidak lagi cukup.
Guru pada level 3 berimprovisasi dan berinovasi. Mereka tidak lagi menjadikan siswa sebagai objek atau korban pendidikan. Tapi subjek atau aktor pendidikan itu sendiri. CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif). Guru ‘hanya’ sebagai pembantu.
Walau demikian, tugas guru pada level ini bukan semakin mudah. Malah lebih susah. Guru level 3 bahkan bisa menghabiskan lebih banyak waktu untuk persiapan. Karena itu tidak banyak guru pada level ini.
Tapi lebih sedikit lagi guru pada level 4.

*𝐋𝐞𝐯𝐞𝐥 𝟒: 𝐆𝐮𝐫𝐮 𝐊𝐞𝐡𝐢𝐝𝐮𝐩𝐚𝐧*
Rhett Allain tidak tahu apa ada level 4.
Bagi saya, guru level 4 adalah guru yang menginspirasi. Mereka tidak hanya memperkaya pengetahuan akademis siswa. Tapi mereka juga menyiapkan murid-murid mereka untuk kelas yang lebih besar: sekolah kehidupan. Mereka mengajarkan bahasa cinta, matematika semangat, IPA perjuangan dan IPS kebaikan.
Pada puncaknya, guru-guru ini mengingatkan kita kepada hidup sebagai ujian. Sebagaimana soal ujian yang pasti ada jawabannya, maka setiap permasalahan hidup pasti ada jalan keluarnya. Guru kehidupan mengingatkan kepada Tuhan dan mengajarkan ketakwaan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ONTOLOGI ( CABANG ILMU FILSAFAT)

PENDAHULUAN A. Latar Belakang   Ontologi merupakan salah satu diantara lapangan penyelidikan kefilsafatan yang paling kuno. Awal...